Kamis, 11 Juli 2013

23

hembusan angin begitu tenang
sang surya masih belum berani mengintip
ayam jantan berkokok, mengumandang semangat pagi
berderai air mata anak manusia
menyelami makna malam yang meneduhkan
melewati masa itu bersama suka cita ayat-ayat cinta-Nya
terenyuh membawa hati pada ketundukan
gaung Ramadhan masih terus menggema
ya... ini menjelang akhir saudaraku
dua puluh tiga
saat raga dibawa berdiri tegak menikmati dinginnya malam
saat keindahan taburan bintang memberikan kemilau tanda kebahagiaan
tubuh-tubuh itu masih terus bangkit
suara-suara lembut dan tenang menggema
bersahutan memberi kesejukan dan dorongan batin
kata terus terucap, do'a-do'a terlantunkan
sayup-sayup nada katak membawa nada riang
parang jangkrik saatnya pulang
tarian kelelawar masih menghiasi angkasa
pagi...
dan di ufuk timur itu kehidupan kembali berawal
tentang janji, tentang perjalanan, tentang langkah-langkah
dua puluh tiga
saat lengkungan senyuman itu menghiasi angkasa
ah... barangkali hanya segelintir anak adam saja yang menikmatinya
senyuman itu... setitik cahaya itu...
dan kalimat tasbih mengiringi
melembutkan hati, menyejukkan iman
dua puluh tiga...
pagi telah menyambut...
dan kehidupan masih terus bergulir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar