Minggu, 02 Desember 2012

BEAT THE OTHER



1 Desember 2012 Timnas kita dikalahkan kembali oleh tetangga sebelah, Ya... dalam sebuah permainan memang pasti ada yang menang dan kalah, lumrah. Tidak perlu ribut-ribut menyalahkan siapa ataupun kecewa, karena barangkali Allah lebih kecewa karena kita melupakan kehadiran-Nya tanpa disadari. Nah... timnas kita masih punya kesempatan lebih banyak lagi untuk memenangkan pertandingan pada event yang lain, tinggal bagaimana kita siap untuk mendukung. Tak perlu ribut-ribut merecoki kisruh PSSI kalau kita tidak terlibat, kecuali kita ingin melibatkan diri dengan menjadi pengurusnya. Karena disinilah barangkali bertebaran dosa-dosa akibat mulut yang tak dijaga, karena disini pula barangkali kita seolah-olah menjadi ‘TUHAN” atas apa yang terjadi dengan timnas kita semalam. Sudah... tidak perlu risau, karena kita sendiri pun masih punya tugas yang ‘menumpuk’ untuk segera diselesaikan. Jangan kotori ‘luapan energi positif’ yang sudah Allah ciptakan hanya karena kecewa atas apa sesuatu yang kita tidak terlibat didalamnya, kecuali... kita bertekad untuk melibatkan diri.

Nah,,, menilik setiap pertandingan sepakbola, agaknya kita perlu sedikit mengulas terkait judul ‘BEAT THE OTHER’ yang saya sajikan. Ya... sebagai pengamat sepakbola memang diperlukan ketajaman berpikir dan juga data-data sebelum menuangkan kalimat demi kalimat, sama halnya ketika seseorang diminta menjadi pembicara ataupun seorang mahasiswa yang menempuh sidang sarjana. Kemampuan analisa dari berbagai data yang membuat pemahaman berkumpul, kelak akan membantu tertuangnya kata-kata ilmiah ataupun sekedar kalimat baik.

Mengalahkan sebuah tim, dalam dunia sepakbola, tidak ditentukan oleh seorang ‘megabintang’ ataupun ‘juru taktik’ mumpuni. Itulah mengapa Rasul memerintahkan agar kita selalu mengerjakan shalat wajib secara berjamaah, karena sesungguhnya kebahagiaan dan juga kemenangan akan lebih mudah diraih disaat bersama. Selama ini, bagi yang hobi menonton atau bahkan punya tim sepakbola idola/fans, mungkin tidak semua mengetahui seluk-beluk tim kesayangan, yel-yel, sejarah berdiri klub, sejumlah prestasi hingga musim keterpurukan. Kebanyakan euforia atas kemenangan atau trofi yang didengungkan, dan memang benar semua orang sangat menginginkan kebahagiaan. Namun... sebuah tim besar selalu memiliki sejarah kelam yang membuat mereka segera bangkit dari keterpurukan. Piala Dunia 1982 dan 2006 membawa Italia menjadi kampiun disaat skandal Calciopoli merebak, hebat! Secara mengejutkan... Chelsea menjuarai Liga Champions untuk kali pertama, tahun 2012, meskipun didalamnya ada seorang 'striker mahal yang mandul' Fernando Torres, mengalahkan tim sekelas Barcelona di semifinal, luar biasa!

Adakah yang pernah menyadari klub Steaua Bucuresti (Rumania) dan Notingham Forest (Inggris) pernah berjaya di Eropa? Barangkali searching di ‘google’ Insya Allah akan menambah banyak data-data tentang apa yang kita yakini dalam sepakbola. Kita boleh jadi fans suatu klub sepakbola, misal saya yang mendukung AC Milan sejak 1998, karena tidak ada larangan didalamnya. Dan tidak perlu pula kita berlebihan, apalagi saling ejek yang justru menambah dosa, padahal siapa kita dengan klub itu...? fans adalah pendukung, dan itulah salah satu kekuatan untuk mengalahkan tim lain. Hampir seluruh pertandingan kandang dimenangkan oleh tuan rumah, dan itulah... salah satu kekuatan yang membuat sebuah tim sepakbola mampu memenangkan laga di depan pendukung sendiri. Karenanya... seorang fans adalah yang mengetahui seluk-beluk tim yang mereka bela atau dukung, tidak hanya sekedar bintang. Fans pula yang menjadi aktor kedua belas saat pertandingan kandang berlangsung... euforia semangat tak kenal lelah yang membantu tim kesayangannya bangkit dari ketertinggalan atau minimal menyamakan kedudukan... apalagi, ketika yang dihadapi adalah tim dengan kualitas yang lebih baik.

Lagu bagaimana dengan laga tandang...? yuk kita liat bagaimana tim asal Spanyol, Barcelona, dimana sosok Messi menjadi ‘momok’ yang menakutkan. Ups... tunggu dulu... Barcelona bukanlah Messi atau Xavi atau Iniesta atau Puyol... Barcelona adalah Barcelona yang dilatih Tito Vilanova mulai musim 2012/2013 dengan sejumlah prestasi setelah tim ini berjaya di bawah asuhan Guardiola. Tim ini dibangun dengan ‘kepercayaan diri yang sangat tinggi, jadi wajar apabila ‘kemenangan’ menjadi ‘nilai mutlak’ yang selalu diperoleh. Namun Barcelona bukanlah ‘superior’, tim ini pasti mengalami kekalahan dan kembali menuai hasil positif. Kepercayaan di lapangan, ruang ganti, staf, official, para petinggi klub... menjadi kekuatan lebih yang dimiliki oleh Barcelona, jarang ada tim sepakbola besar yang seperti ini.

Yang membuat kita berpikir adalah bukan karena Barcelonanya, namun bagaimana lawan yang dihadapinya. Rata-rata, entah pura-pura ataupun jujur, setiap tim yang melawan Barcelona ‘ciut’ sebelum bertanding. Dengung-dengung ‘Messi’ataupun Xavi ataupun Iniesta menjadi ‘trending topic’, dan hampir seluruh pelatih menginstruksikan agar pemainnya menjaga pergerakan Messi. Benar memang... tapi... mereka melupakan ‘kebersamaan’ yang sudah dibangun tim ini. Barcelona memiliki banyak pemain dengan skill individu diatas rata-rata, tapi... setiap kali bertanding yang mereka lakukan adalah melakukan passing, membuka ruang... dan GOL...!!! itu... yapz... memang seperti itulah permainan Barcelona sejak Frank Riijkard menangani Ronaldinho cs tahun 2005. Umpan-umpan akurat menjadi kunci kekuatan tim ini untuk mengalahkan lawan, dan kemampuan individu pemain ‘dikolektifkan’ dalam suatu kesatuan. Wajar... apabila setiap tim yang melawan akan ‘ciut’ duluan. Dan inilah kunci terbesar UNTUK MENGALAHKAN SEBUAH TIM.

BEAT THE OTHER bukanlah sarana saling sikut, namun upaya untuk meraih kemenangan secara bersama. Karena bersama-sama membuka keran komunikasi, percepatan prestasi hingga ide-ide besar yang akan dikerjakan. Seperti tim Barcelona, meskipun saya bukan fans tim ini, sudah mengantongi kemenangan karena tim lawan dikalahkan seorang ‘Messi’ sehingga mengabaikan peran pemain yang lain... dan memang... Barcelona kembali menang, menang dan menang. Kalah lagi... menang lagi dan begitu seterusnya. Menjatuhkan mental lawan dengan kekuatan bersama akan jauh memberikan dampak, daripada hanya mengandalkan satu individu dengan kualitas super yang ‘belum tertandingi’. Itu yang belum ada di tim megabintang sekelas ‘Real Madrid’, maaf buat fansnya, terlalu mengandalkan kekuatan finansial, bintang sepakbola, pelatih. Terlalu sering taktik berubah, kurangnya kebersamaan dan terlalu vitalnya peran Ronaldo. Karena pada dasarnya tim pemenang adalah yang membangun kekuatan secara bersama. Itulah mengapa tim sekelas “Steaua Bucuresti” pernah berjaya di Eropa, bukan karena Dejan Savicevic yang memang menjadi bintang saat itu.

Bersama Insya Allah kita bisa ‘Beat The Other’, adanya orang hebat... adalah suplay untuk menjaga kebersamaan... bukan malah membiarkan orang itu bertindak sendirian. Ingat... kebersamaan mendekatkan pada kemenangan... pasukan Khalid mampu mengalahkan Romawi di Yamurk karena kebersamaan... ada pasukan Ubaidah bin Jarrah, Amr bin Ash, Yazid bin Abu Sufyan, Qaqa, dan lain-lain... tidak melulu mengandalkan Khalid karena kemenangan pun Allah yang mengatur dan pergilirkan. Namun... kebersamaan jauh membuka jalan kemenangan, dan itulah yang tidak disadari oleh pasukan besar Persia dan Romawi pada saat itu. Mereka terlalu mengandalkan sosok panglima, membiarkan ‘ciut’ nyali para prajurit, tidak ada kebersamaan kecuali karena keterpaksaan. Berbeda dengan pasukan muslim yang memang ‘mengejar syahid’ sehingga mereka bersemangat ketika berperang, terlebih... apabila diberi kemenangan mereka akan tetap hidup dan kembali bekerja bersama-sama serta siap memenuhi panggilan ‘jihad’ apabila diperlukan.

Bersama, Insya Allah kita pasti bisa... pasti bisa... pasti bisa... gagal..??? Insya Allah berhasil... pasti berhasil... kekuatan ikhtiar itu jauh lebih meledakkan ‘energi positif’ dalam diri ketimbang merutuki ‘kegagalan’. Tidak ada yang lebih nista daripada ‘mencela’ sebuah kekalahan, ataupun merecoki lawan yang kita kalahkan. Tidak perlu kita kotori lisan dan pikiran kita atas sesuatu yang kita tidak terlibat didalamnya. Kita masih punya tugas besar yang dikerjakan bersama... kita punya tumpukan PR yang harus diselesaikan bersama... kita bisa juga berkaca dari rentetan kegagalan untuk meledakkan ‘energi positif’ dalam diri. Dan yang terpenting kita masih hidup... kita masih punya banyak kesempatan untuk meraih kemenangan... dan menghadirkan Allah dalam setiap langkah.

TRUST ME, WE CAN BEAT THE OTHER, TOGETHER... SMILE WITH THE OTHER... LAUGH... ADVENTURE... AND EVERYTHING... INSYA ALLAH... WE WILL MEET AGAIN IN ‘JANNAH’ TOGETHER... AAMIIN...

*Timnas Indonesia masih punya banyak kesempatan meraih kemenangan di waktu yang lain... Anak-anak usia dibawah 12 tahun telah membuktikan dengan menduduki peringkat 4 Danone Nations Cup tahun 2006 (best defense dengan 1 gol), peringkat 6 tahun 2009, tahun 2005 Muse Irving (meskipun kini belum tersiar kabar tentangnya) menjadi top skorer dengan 10 gol dan timnas kita terpilih sebagai best attack dengan total 24 gol. selama dunia ini belum kiamat... selama kita masih percaya... selama Allah memberikan kesempatan anak-anak Indonesia untuk menjadi bagian ‘GARUDA DI DADAKU’...!!! Ayo... Ayo... Ayo... Indonesia BISA!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar