Kamis, 20 Maret 2014

Resensi - Zionis dan Syiah bersatu Hantam Islam


 
 
Judul : Zionis dan Syiah bersatu Hantam Islam
Penulis : Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi
Penerbit : Ar-Rahmah Publishing
Tahun Terbit : 2013 (Cet. I)
Tempat Terbit : Tangerang, Banten
Tebal : 426 Halaman
 
POKOK-POKOK ISI BUKU :
Selama ini opini berhembus bahwa Syiah dan Zionis adalah dua kelompok yang saling bertikai. Namun buku ini memberi perspektif baru dalam melihat fakta yang sebenarnya bahwa pada satu titik mereka dapat bersama melawan umat Islam. Selain itu, buku ini sangat menarik karena mengetengahkan data-data mutakhir terkait upaya Zionisme menyongsong akhir zaman. Umat Islam harus membacanya.” (Dr. Adhyaksa Dault – Mantan Menpora RI)

Buku ini menguraikan romantisme hubungan antara Zionis dengan Syiah, yang selama ini tertutup oleh media-media sekuler pendukung Liberalisme. Konflik-konflik antara umat Islam dengan Syiah sejatinya berawal dari infiltrasi Yahudi yang kini menancapkan hegemoninya sebagai penguasa bumi melalui tangan-tangan negara besar lain semisal Amerika Serikat dan Inggris. Negara terakhir menjadi ‘pengimpor’ para Yahudi ke bumi Palestina, Al Quds, medio 1947 sampai 1950 menjadi masa-masa tragis bagi kehidupan Muslim yang hidup damai dan berdampingan dengan Nasrani sejak ditaklukkannya Jerussalem oleh Salahudin Al-Ayubi. Negara Iran yang gembar-gembor melalui Ahmadinejad yang mengatakan hendak menghapuskan peta Israel ternyata hanya isapan jempol belaka. Iran sejatinya adalah negara dengan mayoritas Syiah terbesar, tentunya dengan persentase masjid bagi Sunni paling kecil. Isu bahwa muslim Sunni hidup damai di Iran adalah kebohongan, justru mereka sangat tertekan dibawah pemerintahan Syiah. 18 Sinagog tegak berdiri di Teheran, sementara tak satupun masjid Sunni berdiri serta mengumandangkan adzan. Kaum Sunni terbelenggu dalam urusan ibadah shalat berjamaah, diantara mereka ada yang ditangkap karena melaksanakan shalat berjamaah di rumah yang di dalamnya sengaja dibuat mushala kecil. Na’udzubillah.

Kamp pengungsian Shabra dan Shatilla di Libanon tahun 1982 menjadi salah satu saksi tragedi berdarah bagi muslim Palestina, dimana secara brutal pasukan Syiah Libanon menembaki seluruh pengungsi, anak-anak, wanita, laki-laki, tua-muda tidak ada yang luput dari tragedi berdarah sekaligus harmonisasi Zionis memanfaatkan tangan-tangan Syiah untuk menghabisi nyawa muslim. Belum lagi hingga saat ini dukungan Israel atas Basyar Asad di Suriah tetap mengalir karena mereka takut apabila Mujahidin yang menjadi pemenang serta mendirikan Daulah Islamiyah menjadi musuh kedua setelah mereka tak mampu menaklukan Hamas di Palestina. Dan Syiah pula, dari Iran, yang membantu pasukan Amerika membombardir instalasi nuklir di Irak era rezim Saddam Hussein hingga akhirnya negara tersebut menjadi boneka AS melalui tangan Syiah. Herannya, tidak semua muslim mau mencari, menelaah serta menyadari bahwa fakta sebenarnya tak hanya ingin menguasai minyak serta sumber daya lain di Irak. Tapi juga memperluas jaringan Syiah yang sejak awal dibuat untuk menghancurkan umat Islam dari dalam.

Dalam buku ini juga penulis menyampaikan beberapa artikel mengenai “New World Order” serta beberapa ‘Protocol Zion’ yang sejatinya dibentuk tidak hanya agar hanya agama Yahudi menjadi satu-satunya agama yang dianut, tapi juga menghancurkan umat Islam yang menjadi musuh bebuyutan Yahudi sejak lama. Para pemuda yang dibina Al-Qur’an, mencintainya, mengamalkannya lebih jauh ditakuti karena mereka yang kelak akan memoncongkan senapan tepat di depan wajah mereka. Para agen-agen Yahudi melalui lembaga sosial semacam Rotary Club telah mengaburkan misi sebenarnya dari hanya menjadi lembaga sosial dan amal. Menanamkan simbol-simbol serta tujuan bahwa Yahudi adalah agama yang mampu hidup berdampingan dengan Islam, namun sejatinya mereka sering membombardir pemukiman Palestina, menculik anak-anak karena takut mereka ketika dewasa menjadi Mujahidin melawan keangkuhan Zionis.

Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam ini bertengger Al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Qur’an di hati-hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka.” Ucap Mantan PM Inggris, Gladstone. Hendaknya menjadi perhatian bagi segenap pemuda, karena hingga kini industri musik, minuman keras, seks bebas, paham-paham menyimpang telah mengikis akidah dan berakibat fatal pada menjauhnya generasi muda dari Al-Qur’an. Mereka rela mengantri tiket konser K-Pop, atau bahkan Lady Gaga, sang Ratu Illuminati yang beruntung gagal konser di Indonesia, ketimbang duduk di Majelis Ta’lim, mengaji, membaca buku-buku Islam, Sejarah Peradaban Islam. Stone sudah benar dalam memaparkan bagaimana menghancurkan suatu komunitas adalah bukan hanya dengan berperang, kikis habis keyakinan mereka dengan apa yang dianut serta tanamkan kecintaan pada dunia.
KEUNGGULAN ISI BUKU :
Buku ini menjadi penyingkap tabir dari data-data serta sumber berita yang boleh jadi fiktif tentang keterlibatan Syiah dalam menghancurkan Islam dari dalam. Memberi pemahaman yang menyeluruh tentang fakta-fakta yang masih bisa ditelisik lebih lanjut akan harmonisasi Zionis dan Syiah dalam mengalahkan musuh bebuyutan keduanya, umat Islam. Disamping itu penulis memberikan jawaban atas masalah tentang bagaimana yang harus dilakukan umat Islam serta generasi muda saat ini, kembali kepada Al-Qur’an, disertai beberapa cerita menarik serta menggugah kesadaran muslim akan bahaya Yahudi serta produk-produknya hingga jangan terbutakan akan Syiah yang mengaku-ngaku Islam.
KELEMAHAN ISI BUKU :
Diawal memang dijelaskan terkait harmonisasi, namun pada akhirnya lebih banyak menjelaskan tentang bagaimana Yahudi serta karakteristik hingga perkembangannya hingga saat ini. Agen-agen atau sayap Yahudi melalui perfilm, makanan, lembaga sosial dan lainnya sehingga porsi hubungan intim antara dua kubu (Zionis dan Syiah) hanya disingkap beberapa hal saja, Iran, Irak, Libanon, Palestina serta Suriah. Lebih banyak berisikan data dan fakta pergerakan Yahudi untuk menghancurkan Umat Islam melalui berbagai cara penggerusan akidah. Tidak adanya daftar pustaka bisa menjadi kekurangan yang cukup fatal terhadap buku non-fiksi.
SARAN-SARAN TERHADAP BUKU INI :
Sebaiknya dicantumkan daftar pustaka, untuk menjadi referensi bagi pembaca terkait Zionisme serta bahaya Syiah bagi generasi muslim saat ini. Mengingat persediaan serta hasil tulisan tentang hal tersebut hanya terbatas, sementara banyak umat Islam terbutakan serta lupa akan bahaya dari musuh yang menampakkan taring-taringnya di depan mata melalui tirai. Tak jelas nampaknya, namun nyata bukti kedzalimannya. Sub-bab atau judul artikel atau tulisan yang tidak relevan dengan pembahasan sebaiknya tidak perlu dimasukkan, seperti terkait Kartini. Termasuk sub-bab yang bisa masuk dalam satu judul sebaiknya disatukan, tidak dipecah sehingga lebih menguraikan masalah yang lain ketimbang benang-merah dari maksud diterbitkannya buku ini.
MANFAAT ISI BUKU :
                Buku yang sangat layak dibaca bagi segenap Muslim yang mencintai agamanya serta membela Kalimatullah secara kaffah. Islam sudah diserang dari segala lini kehidupan dan saatnya bagi generasi muda untuk bangkit memanfaatkan segala sumber daya yang ada untuk membendung arus penyimpangan dari pemikiran serta paham yang menyesatkan. Umat Islam diajak untuk kembali kepada manhaj Al-Qur’an, suatu pedoman yang menyelamatkan kehidupan di dunia dan akhirat. Pedoman yang membuat nyali Yahudi kecut jika harus kembali berhadapan dengan pasukan Muslim dengan keimanan yang benar, akidah yang lurus serta mengamalkan setiap ajaran yang dibawa Nabi SAW agar menuju keselamatan hakiki. Zionis dan Syiah sudah bersatu untuk menghantam Islam, maka bukan waktunya lagi untuk membicarakan perbedaan selama satu pedoman yang dipegang, Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Pegangan tanpa adanya distorsi serta isme-isme yang menyesatkan. Wallahu’alam.

Oleh :
Rifki Asrul Sani, Junior Geologist PT. GeoACE Bandung. Alumni Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran, penulis novel A Diary Book ‘satu’ (2013, Writing Revolution). Email : asrul.smile@gmail.com, blog : asrulsmile.blogspot.com, twitter : asrul_sani1, fb : Abu Hudzaifah, bb : 756476c3.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar