Selasa, 26 April 2011

Hati-hati Skenario Adu Domba Terorisme


Rabu, 20/04/2011 13:47 WIB | email | print
 
Pasca teror bom di masjid Mapolresta Cirebon, muncul isu susulan yang sangat tak terkendali di kalangan umat Islam. Ketidakbecusan pihak keamanan menangani teror pun membuat akar masalah dari maraknya teror bom di negeri ini menjadi bias tak tentu arah. Saling curiga antar sesama umat dan ormas Islam pun mulai muncul.

Kita prihatin dengan reaksi berlebihan dari tokoh Islam, apalagi ditujukan untuk sesama ormas Islam. Mungkin, ada hal yang melatarbelakangi munculnya pernyataan Ketua PBNU, Said Aqil Siradj di beberapa media massa yang meminta umat Islam mewaspadai yayasan-yayasan yang mendapat dana dari Arab. Karena menurutnya ada penyebaran teologi kekerasan dari kelompok-kelompok di Arab melalui yayasan tersebut.

Sayangnya, Said Aqil tidak menyebut contoh yayasan yang biasa didanai Arab dan memang terbukti melakukan transformasi teologi kekerasan di Indonesia. Di sinilah akhirnya, tafsiran liar yang boleh jadi mengarah pada saling curiga antar sesama ormas Islam menjadi sulit dielakkan. Karena ucapan tersebut bersumber dari seorang ketua umum ormas besar di negeri ini dan mempunyai jaringan kepengurusan di seluruh Indonesia.

Mestinya yang menjadi perhatian dan kajian tokoh Islam dan ormas Islam saat ini adalah pada akar masalah: kenapa terorisme tumbuh subur di Indonesia dan tidak demikian di negeri lain seperti Malaysia, Brunei, dan Arab serta Mesir sekalipun. Terorisme yang terjadi di belahan negeri muslim lebih karena kondisi perang di negara tersebut, seperti Irak, Afghanistan, dan Palestina.

Di antara akar masalah tumbuh suburnya terorisme di negeri ini, antara lain, persoalan kemiskinan rakyat Indonesia yang mayoritas muslim, mahalnya biaya pendidikan, kecenderungan tokoh Islam yang ingin menjadi politisi sehingga mengabaikan pendidikan umat, dan pendekatan keamanan negeri ini yang kacau balau.
Bantuan pendanaan Arab ke yayasan-yayasan Islam di negeri ini bukan hal baru dan sama sekali tidak menjurus hal yang negatif. Bahkan mungkin sebagian yayasan Islam yang berafiliasi ke NU di daerah juga pernah mendapat bantuan pendanaan dari Arab. Dan hal ini sebagai sebuah kewajaran karena Islam tidak mengenal sekat negara, saling bantu antara sesama umat Islam dunia sudah menjadi ciri khas positif.
Sekali lagi, terorisme adalah momok di negeri ini, dan akhirnya mencoreng wajah Islam. Menjadi tugas besar para tokoh dan ormas Islam untuk memperbaiki akar masalah yang kian rusak itu. Dan bukan menghembuskan hawa saling curiga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar