Rabu, 07 Januari 2015

TANDA HATI

Aku menyapanya dalam diam, sementara diriku pun entah ada di belahan bumi sebelah mana
Aku berjalan dalam tanya, menyeringai setiap helaan nafas yang membawa tanda tanya
Aku terdiam kembali dalam langkah senja, mentari pun tertawa dalam samar-samar
Lamat-lamat kekuatan hati pun menurun dalam raga
Jiwa ini terlalu kuat dalam terjangan badai angin
Badan ini terlalu rapuh melewati jalanan semak yang membawa duri
Tertatih dalam tanya, terlamun dalam suka yang terlampau hampa
                Aku terlalu lama dalam sepi, terbawa suka dalam tanya
                Kembali menyapa tanya lewat hembusan angin
                Aku kembali berjalan dalam terik siang, menikmati kesejukan rembulan di dalam hati
                Aku membawa jiwanya terbang, menerangi setiap hari dalam cinta atas-Nya
Aku menerima jiwanya terbang, menerawang angkasa yang selalu membawa keindahan senja
Aku mencintai cinta yang diam, membiarkan angin itu menyajikan suka dalam keindahan tanda tanya
Meskipun aku terlalu lama dalam suka, renungan hati ini terlalu senja membawa tanda tanya
Aku tak tahu akan hadirnya yang indah, aku tak tahu Tuhan berkehendak apa tentang aku dengannya
Ya... aku hanya ingin menyapanya dalam diam, tak perlu tahu akan hadirku yang terlalu jauh dalam indahnya hidup di belantara
Melewati masa-masa yang cukup sulit memang indah
Terlalu kuat raga ini menahan pilu, meskipun rasa rindu itu menyeruak dalam dada
Aku mengantarkan jiwanya yang terkadang melayang, meskipun aku tak tahu ia akan terbang kemana
Aku hanya lelaki pilihan Tuhan yang tak tahu akan membawanya kemana, meskipun surga itu adalah tempat yang Dia janjikan untuk kita berdua
Aku hanya ingin membawa kedalam ilmu, aku hanya ingin mencintainya dalam kepahaman dan saling pengertian...
Aku hanya ingin bersamanya dalam iman, meskipun ragaku terlalu sering jauh darinya
Aku hanya ingin terus menyapa hatinya, meskipun jiwa ini sering terbang melayang dalam sepertiga malam-Nya yang begitu indah
Aku hanya ingin bersama dengan dalam cinta Tuhan yang tak berperi... hanya itu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar