Selasa, 26 April 2016

Ridha

Ya, ridha dengan apa yang Allah tetapkan... pilihkan... adalah sebenarnya menumbuhkan sakinah dalam hati kita, dan di waktu-waktu kedepannya pun kelak Allah jaga ketenangan bathin atas upaya hamba-Nya.

Tidak ada ruginya seorang yang melakukan istikharah dan musyawarah. Kita diajarkan Nabi saw tentang bagaimana membuat pilihan, merumuskan pilihan dan juga menerima setiap pilihan-Nya. Salah satunya adalah mengambil ibrah, pelajaran berharga, yang bahkan tidak semua orang mampu memperolehnya. Namun sakinah dalam hati hanya mampu terasa apabila diri telah ridha atas pilihan-Nya.

Ada banyak bait do'a yang diajarkan Nabi saw kepada kita, maka lantunkanlah agar menembus langit. Namun, bukanlah suatu halangan apabila kita menyampaikan permohonan dengan bahasa kita karena Allah Maha Mengetahui. Iringilah do'a2 kita dengan lafadz yang sudah Nabi saw ajarkan, serta memanfaatkan waktu2 mustajab terkabulnya do'a atas izin-Nya.

Lalu, teruslah ridha dengan apa yang Allah tetapkan untuk kita. Mungkin ada saja kepahitan, rasa sakit serta bahkan pilu yang menusuk dan hampir mematikan. Itulah hidup. Ya, barangkali memang akan berat pada awalnya. Tapi yakinilah... di ujung lorong gua yang gelap dan pengap niscaya kita akan menemukan setitik cahaya hingga bertemu jalan keluar. Dimana... salah satu ikhtiar menapaki jalan juang itu adalah ridha dengan apa yang Allah tetapkan meski tak sesuai dengan do'a dan ikhtiar yang telah dipanjatkan. Jika sudah ada tawakkal mengapa kita harus takut...? Sementara rizki dari-Nya yang lain masih kita nikmati dengan suka cita.

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat'." (QS ; Ibrahim : 7)

#RidhasahabatSyukurdanSabar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar